Dialog Strategis di HUT Buol: Menguatkan Peran Strategis Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP)

Buol, 12 Oktober 2025 — Suasana perayaan 26 tahun Kabupaten Buol tak hanya dimeriahkan oleh rangkaian acara seremonial, tetapi juga diwarnai dengan sebuah perbincangan mendalam antara Inspektur Daerah Kabupaten Buol dan Walikota Palu yang bertempat di Stand Digital Exhibition Inspektorat Daerah dan disiarkan langsung pada laman Facebook Inspektorat Daerah Kab. Buol. Dalam sesi dialog santai namun sarat makna tersebut, keduanya menyinggung peran strategis Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih, modern, dan berdaya saing. Walikota Palu menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kuatnya perencanaan dan komitmen OPD, tetapi juga dukungan pengawasan internal yang hadir sejak awal proses. Menurutnya, APIP bukan lagi sekadar “penjaga di akhir,” melainkan mitra strategis yang memastikan setiap rencana OPD tersusun sesuai regulasi, realistis, terukur, dan mampu diwujudkan tanpa menimbulkan risiko hukum maupun administrasi. “Kita dorong APIP terlibat sejak tahap perencanaan. Dengan begitu, sejak awal semuanya sudah berada pada rel yang benar,” ujar Walikota. Ia menyebutkan bahwa pendekatan ini telah mulai menunjukkan efektivitasnya pada tahun 2023 dan 2024, terutama dalam memastikan bahwa pembangunan Kota Palu berjalan sesuai target dan prinsip akuntabilitas. Meski demikian, Walikota tidak menutup mata bahwa sebagian OPD masih memandang APIP sebagai pihak yang membatasi ruang gerak. Menanggapi persepsi tersebut, ia memberikan penegasan tegas namun menenangkan: APIP bukanlah pencari kesalahan, melainkan pelindung yang berfungsi sebagai detektor dini agar potensi penyimpangan dapat diantisipasi sebelum menjadi masalah. “APIP itu bukan penghambat. Justru merekalah jantung dari proses pergerakan yang sehat dalam pemerintahan,” ungkapnya. Dalam percakapan tersebut, Walikota Palu juga menyoroti pentingnya peran APIP dalam mendukung capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) yang menjadi indikator nasional pembenahan tata kelola oleh KPK. Ia menekankan bahwa optimalisasi APIP tidak hanya untuk kepatuhan, tetapi juga untuk memperkuat pembinaan internal dan meningkatkan kapasitas SDM OPD secara menyeluruh. Peran watchdog yang dimiliki APIP, lanjutnya, seharusnya menjadi daya dorong untuk peningkatan kualitas mutu kerja, bukan sumber ketegangan. “APIP harus mampu memberikan pendampingan, penjaminan mutu, dan arahan konstruktif agar seluruh OPD bisa mencapai target kinerja yang lebih baik,” tuturnya. Menutup dialog, Walikota Palu menyampaikan harapan besarnya agar peran APIP yang semakin menguat dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, tidak hanya di Kota Palu tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lainnya. Ia menegaskan bahwa penguatan peran APIP adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan wajah pembangunan daerah di masa depan. Dengan hadirnya komitmen tersebut, momentum perayaan ulang tahun Kabupaten Buol bukan hanya menjadi perayaan simbolis, melainkan juga ruang refleksi untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan akuntabel. Sebagai penutup pertemuan, Inspektur Daerah Kabupaten Buol memberikan cenderamata berupa buku “Sinergi Kapabilitas APIP, SPIP, dan Opini Audit dalam Pencegahan Korupsi Pemda”, sebuah karya tulis yang ditulis langsung oleh Inspektur Daerah Kabupaten Buol. Buku tersebut diserahkan secara langsung kepada Walikota Palu, Hadianto Rasyid, sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan, sinergi antarlembaga, dan upaya pencegahan korupsi di daerah.